Sabtu, 18 September 2010

PENETAPAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)

  1. KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran
  2. KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah
  3. Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100
  4. Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100
  5. Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal
  6. Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS


KRITERIA PENETAPAN KKM
  • Kompleksitas (Kesulitan & Kerumitan)
  • Daya dukung
  • Intake siswa

MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI
A. Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan :

1. Kompleksitas : - Tinggi = 1
- Sedang = 2
- Rendah = 3
2. Daya dukung : - Tinggi = 3
- Sedang = 2
- Rendah = 1
3. Intake : - Tinggi = 3
- Sedang = 2
- Rendah = 1

Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake siswa sedang  nilainya adalah:
(3 + 3 + 2) x 100 = 88.89

9

B. Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria:

1. Kompleksitas : - Tinggi = 50-64
- Sedang = 65-80
- Rendah = 81-100
2. Daya dukung : - Tinggi = 81-100
- Sedang = 65-80
- Rendah = 50-64
3. Intake : - Tinggi = 81-100
- Sedang = 65-80
- Rendah = 50-64

Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang, daya dukung tinggi dan intake sedang  nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria yang kita tentukan.

Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatan dalam forum MGMP di Sekolah.

C. Dengan memberikan pertimbangan professional judgment pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai :

1. Kompleksitas : - Tinggi
- Sedang
- Rendah
2. Daya dukung : - Tinggi
- Sedang
- Rendah
3. Intake : - Tinggi
- Sedang
- Rendah
Contoh :
Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah, daya Dukung tinggi dan intake siswa sedang  maka dapat dikatakan hanya satu komponen yang mempengaruhi untuk mencapai ketuntasan maksimal 100 yaitu intake sedang. Jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 90 – 80.

Sabtu, 28 Agustus 2010

SIKAP POSITIF

  • Di tengah setiap kesulitan terletak kesempatan.
  • Jangan hanya lalui hidup, tumbuhlah dengan hidup.
  • Setiap sisi bibirmu akan menentukan bagaimana harimu.
  • Berusahalah untuk menjadi pemenang.
  • Pemenang sebenarnya ada dalam hatimu.
  • Setiap perbaikan pastilah lebih baik.
  • Hormatilah dirimu, bila engkau ingin dihormati orang.
  • Segala yang kau perlukan untuk hidup bahagia tersedia dalam dirimu.
  • Percaya bahwa kau akan memilikinya, kau memilikinya; percaya bahwa kau memenangkannya, kau memenangkannya; percaya bahwa kau penuh semangat, kau penuh semangat; YAKINKAN.

Kamis, 19 Agustus 2010

BAHASA BAKU

Ciri-ciri Bahasa Baku
  1. Ragam bahasa standar yang memiliki sifat kemantapan dinamis, yang berupa kaidah dan aturan yang tetap. Baku atau standar  tidak dapat berubah setiap saat.  Di pihak lain, kemantapan itu tidak kaku, tetapi cukup luwes sehingga memungkinkan perubahan yang bersistem dan teratur di bidang kosa kata dan peristilahan serta mengizinkan perkembangan berjenis ragam yang diperlukan di dalam kehidupan modern. Ragam baku yang baru, antara lain, dalam penulisan laporan, karangan ilmiah, dan undangan.
  2. Sifat kecendikiaan-nya. Perwujudannya dalam kalimat, paragraf, dan satuan bahasa lain yang lebih besar mengungkapkan penalaran atau pemikiran yang teratur, logis, dan masuk akal.  Proses pencendikiaan bahasa ini amat penting karena pengenalan iptek ini masih bersumber dari bahasa asing yang merupakan sumber galian iptek itu sendiri, dan harus dapat dilangsungkan lewat buku bahasa Indonesia. 
  3. Baku atau standar berpraanggapan adanya keseragaman. Proses pembakuan sampai taraf tertentu berarti proses penyeragaman kaidah, bukan penyamaan ragam bahasa, atau penyeragaman variasi bahasa.